Tahun 2020, penduduk dunia
diperkirakan berjumlah 7.5 milyar, dengan rincian 6.3 milyar penduduk tinggal
di negara berkembang dan 1.2 milyar penduduk tinggal di negara maju. Setiap
tahun akan ada pertambahan 93 juta penduduk dunia. 97.5 % pertambahan penduduk
terjadi di negara berkembang dan hanya 2.5 % di negara maju. Pertambahan
penduduk jelas membutuhkan pertambahan pangan terutama dari pertanian dan juga
air bersih.
Bagi sebagian besar penduduk dunia,
pertanian adalah mata pencaharian yang paling utama bahkan satu-satunya. Pada
tahun 1996, sebanyak 3.1 milyar penduduk dunia tinggal di desa, dan 2.5 milyar
penduduk dunia tergantung secara langsung sebagai tenaga kerja dalam pertanian.
Di beberapa negara miskin dunia, sumbangan pertanian terhadap Produksi Nasional
Bruto / Gross Domestic Product (GDP) mencapai 40-60 %. Tanah pertanian telah
menutupi 28% dari seluruh tanah di permukaan bumi. Area pertanian yang mendapat
irigasi di seluruh dunia kira-kira 270 juta hektar, dan terus meluas sebanyak
3,3 juta hektar per tahun.
Dalam hanya tempo 50 tahun sejak tahun
1950, produksi pertanian dunia telah meningkat sebanyak 60%, bandingkan dengan
tingkat produksi tahun 1950 yang baru tercapai setelah 10.000 tahun
perkembangan pertanian. Percepatan peningkatan produksi itu berkaitan dengan
penggunaan mesin, pupuk buatan, bibit unggul, dan irigasi. Dalam tempo 50 tahun
terakhir, Cina, Meksiko, Inggris dan Perancis telah berhasil meningkatkan panen
gandum mereka empat kali lipat per hektar, sementara Amerika Serikat telah
melakukan hal yang sama dengan jagungnya. Kenaikan produksi pertanian yang
mengagumkan juga dicatat negara India. Namun saat ini produksi pertanian
mengalami kemandekan karena tanah pertanian sudah dieksploitasi secara
berlebihan.
Sekitar 72% dari penggunaan air bersih
di seluruh dunia adalah untuk pertanian, baik untuk pertanian pangan manusia
maupun pertanian pakan ternak. Meningkatnya kebutuhan pangan manusia dan pakan
ternak telah menyebabkan meningkatnya persaingan global yang sangat tajam untuk
memperoleh air bersih. Kebutuhan dunia akan air bersih untuk pertanian pada
tahun 2025 diperkirakan 57% lebih tinggi dari tingkat tahun 2001. Kelangkaan
air bersih telah melanda seluruh dunia. Air bersih sangat langka di beberapa
kawasan tertentu, dan didistribusikan secara tak merata, lebih-lebih pada musim
kering/kemarau, bahkan parahnya, saat ini air bersih sama sekali tak tersedia
untuk konsumsi penduduk di beberapa kawasan dunia, terkait dengan pencemaran
air atau intrusi air laut. Pada tahun 2000, 26 negara dengan penduduk 300 juta
telah menderita kelangkaan air bersih, dan diperkirakan pada tahun 2020 dua
pertiga penduduk dunia akan menderita kelangkaan air bersih pada tingkat sedang
sampai parah.




.jpg)



