Selasa, 15 Oktober 2013

Kebutuhan Pangan dan Air di Tahun 2020

0 komentar


Tahun 2020, penduduk dunia diperkirakan berjumlah 7.5 milyar, dengan rincian 6.3 milyar penduduk tinggal di negara berkembang dan 1.2 milyar penduduk tinggal di negara maju. Setiap tahun akan ada pertambahan 93 juta penduduk dunia. 97.5 % pertambahan penduduk terjadi di negara berkembang dan hanya 2.5 % di negara maju. Pertambahan penduduk jelas membutuhkan pertambahan pangan terutama dari pertanian dan juga air bersih.

Bagi sebagian besar penduduk dunia, pertanian adalah mata pencaharian yang paling utama bahkan satu-satunya. Pada tahun 1996, sebanyak 3.1 milyar penduduk dunia tinggal di desa, dan 2.5 milyar penduduk dunia tergantung secara langsung sebagai tenaga kerja dalam pertanian. Di beberapa negara miskin dunia, sumbangan pertanian terhadap Produksi Nasional Bruto / Gross Domestic Product (GDP) mencapai 40-60 %. Tanah pertanian telah menutupi 28% dari seluruh tanah di permukaan bumi. Area pertanian yang mendapat irigasi di seluruh dunia kira-kira 270 juta hektar, dan terus meluas sebanyak 3,3 juta hektar per tahun.

Dalam hanya tempo 50 tahun sejak tahun 1950, produksi pertanian dunia telah meningkat sebanyak 60%, bandingkan dengan tingkat produksi tahun 1950 yang baru tercapai setelah 10.000 tahun perkembangan pertanian. Percepatan peningkatan produksi itu berkaitan dengan penggunaan mesin, pupuk buatan, bibit unggul, dan irigasi. Dalam tempo 50 tahun terakhir, Cina, Meksiko, Inggris dan Perancis telah berhasil meningkatkan panen gandum mereka empat kali lipat per hektar, sementara Amerika Serikat telah melakukan hal yang sama dengan jagungnya. Kenaikan produksi pertanian yang mengagumkan juga dicatat negara India. Namun saat ini produksi pertanian mengalami kemandekan karena tanah pertanian sudah dieksploitasi secara berlebihan.


Sekitar 72% dari penggunaan air bersih di seluruh dunia adalah untuk pertanian, baik untuk pertanian pangan manusia maupun pertanian pakan ternak. Meningkatnya kebutuhan pangan manusia dan pakan ternak telah menyebabkan meningkatnya persaingan global yang sangat tajam untuk memperoleh air bersih. Kebutuhan dunia akan air bersih untuk pertanian pada tahun 2025 diperkirakan 57% lebih tinggi dari tingkat tahun 2001. Kelangkaan air bersih telah melanda seluruh dunia. Air bersih sangat langka di beberapa kawasan tertentu, dan didistribusikan secara tak merata, lebih-lebih pada musim kering/kemarau, bahkan parahnya, saat ini air bersih sama sekali tak tersedia untuk konsumsi penduduk di beberapa kawasan dunia, terkait dengan pencemaran air atau intrusi air laut. Pada tahun 2000, 26 negara dengan penduduk 300 juta telah menderita kelangkaan air bersih, dan diperkirakan pada tahun 2020 dua pertiga penduduk dunia akan menderita kelangkaan air bersih pada tingkat sedang sampai parah.